Rabu, 27 Desember 2017

Ahir Hayat Nabi



AKHIR HAYAT RASULULLAH SAW
 
Setelah peristiwa fathul makkah, jumlah kaum muslimin bertambah banyak dan kuat. Islam semakin meluas ke seluruh Jazirah Arab. Pada saat itu Rasulullah saw menyampaikan niatnya untuk melaksanakan haji.
Mendengar niat Rasulullah saw tersebut, banyak kaum muslimin yang ingin bergabung dengan beliau. Pada tanggal 25 Dzulkaidah tahun 10 H, Rasuullah bersama lebih dari 90.000 kaum muslimin berangkat menuju makkah untuk menunaikan ibadah haji. Ketika dalam perjalanan kaum muslimin semakin bertambah. Menurut riwayat jumlah mereka mencapai 124.000 orang. ada yang berjalan kaki, dan ada yang mengendarai unta.
Ibadah haji Rasulullah saw itu adalah ibadah haji yang terakhir. Sehingga ibadah haji tersebut dinamakan haji wada’ atau haji perpisahan.
1.   Khutbah haji wada’ dan wahyu terakhir
“ Hai mausia, dengarkanlah apa yang aku katakan. Mungkin setelah tahun ini aku tidak akan bertemu lagi dengan kalian di tempat ini untuk selama-lamanya.
Hai manusia, sesungguhnya darah dan harta kalian adalah suci, sebagiamana sucinya hari dan bulan sekarang ini di negeri kalian ini.
Hai manusia, sesungguhnya aku telah menyampaikan risalah ini, aku tinggalkan dua pusaka untuk kalian yang apabila kalian berpegang teguh kepadanya kalian tidak akan pernah tersesat, yaitu kitab Allah swt dan sunnah Rasul Nya.
Wahai manusia, sembahlah tuhanmu, dirikanlah sholat, bayarlah zakat, berpuasalah pada bulan ramadhan, pasti kamu akan selamat. Tunaikan ibadah haji dan taatilah pemimpin kalian, niscaya kalian akan masuk surga,” 


Dalam khutbah tersebut, Rasulullah saw seperti sudah memberikan isyarat bahwa hidupnya tidak akan lama lagi.
Pada bagian khutbah yang lain Rasulullah saw juga berpesan kepada kaum muslimin agar :
a.   Tidak berlaku kasar terhadap wanita;
b.   Tidak menuntut balas terhadap kekejaman zaman jahiliyah;
c.   Tidak mengambil keuntungan dari uang yang dipinjamkan;
d.   Tidak murtad;
e.   Tidak mengambil harta orang islam dengan tidak benar.
Pada saat itu, Allah swt menurunkan surat Al-Maidah ayat 3 sebagai wahyu terakhir :
آاليَومَ أَكمَلْتُ لَكُم دِينُكُم وَ أَتمَمتُ عَلَيكُم نِعمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ آلاءسلَمَ دِينًا ج
Artinya:
“pada hari ini Aku telah sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai islam sebagai agamamu.” (Q.S. Al-Maidah : 3)
Ketika mendengar ayat tersebut banyak orang bergembira. Tetapi ada di antara mereka yang justru menangis seduh, termasuk Abu Bakar As-Shiddiq. Ketika para sahabat bertanya, mengapa beliau menangis, beliau menjawab bahwa itu adalah wahyu terakhir. Sebagai pertanda bahwa tugas Rasulullah saw telah usai dan beliau akan kembali kepada Allah swt.

A.  Peristiwa Rasulullah SAW Sakit
Sepulang Rasulullah saw. dari haji wada' kesehatan beliau berangsur-angsur menurun. Pada akhir bulan Shafar tahun 11 H beliau menghadiri pemakaman seorang muslim di Baqi (nama sebuah makam orang muslim di Madinah). Dalam perjalanan pulang beliau merasa sakit kepala dan demam. Sakit beliau berlangsung selama 13 hari. Meskipun demikian beliau tetap melakukan tugas dan kewajiban sehari-hari seperti biasa. Beliau juga tetap berjamaah di masjid. 
Ketika sakit beliau sudah semakin parah, beliau pindah dari rumah Maimunah ke rumah Aisyah dengan dituntun oleh paman Abbas bin Abdul Muthalib. Ali bin Abi Thalib, para istri beliau dan para tamu yang datang ikut mengantar beliau. Meskipun sakit beliau masih  memikirkan umatnya. Beliau sering menanyakan keadaan kaum muslimin.
Di hari ke 11 Rasulullah sakit, beliau tidak kuat lagi untuk berjamaah di Masjid, beliau memerintahkan Abu Bakar untuk menggantikannya menjadi imam shalat. Abu Bakar menerima perintah Rasul. Dengan perintah ini Rasulullah mengisyaratkan bahwa beliau menghendaki setelah Rasulullah wafat Abu Bakarlah sebagai penggantinya kemudian untuk memimpin kaum muslimin.
B.  Peristiwa Wafatnya Rasulullah Saw
Pada hari Senin tanggal 12 Rabiul Awal tahun 11 H di saat Abu Bakar dan para sahabat hendak menunaikan shalat subuh, Rasulullah meminta supaya penyekat kamar beliau dengan masjid dibuka. Beliau tersenyum memperhatikan kaum muslimin mengerjakan sholat. Kaum muslimin sangat bergembira menyaksikan kejadian itu. Mereka mengira kondisi kesehatan Rasulullah sudah membaik. Bahkan Abu Bakar Shidiq hendak mundur dari shaf karena mengira Rasulullah akan keluar untuk sholat. Namun beliau memberi isyarat agar mereka melanjutkan shalat.
Setelah itu Rasulullah meminta agar penyekat kamar beliau ditutup kembali. Ternyata sakit beliau semakin parah. Tanda-tanda beliau akan berpulang ke rahmatullah semakin tampak. Aisyah menyandarkan tubuh beliau di pangkuannya. Sementara itu tubuh Rasulullah semakin lemah. Saat itu beliau memasukkan tangannya ke dalam bejana berisi air yang ada di hadapannya. Kemudian mengusapkan tangan beliau ke wajahnya sambil berkata:  "lâ ilâha illallah. Tidak ada Tuhan selain Allah, sesungguhnya kematian itu ada sekaratnya.”
Sebelum wafat Rasulullah saw. mengangkat kedua tangan beliau seraya berdoa, “ Ya Allah Swt. ampunilah aku, rahmatilah aku, dan pertemukan aku dengan kekasih Yang Maha Tinggi.” Beliau mengulang doanya sampai tiga kali. Akhirnya Rasulullah menghembuskan nafasnya yang terakhir pada hari Senin 12 Rabiul Awal tahun 11 H bertepatan dengan tanggal 8 Juni 632 M dalam usia 63 tahun. Sedu sedan, tangis dan rintihan menyertai kepergian Rasulullah menghadap Sang Khaliq. Kaum muslimin benar-benar kehilangan sosok hamba Allah  terbaik.
Mendengar berita Rasulullah telah wafat, banyak sahabat yang tidak percaya. Sahabat Umar bin Khatab tidak percaya atas wafatnya Rasulullah saw, ia menghunuskan pedang seraya berkata “ barangsiapa yang berkata Muhammad telah wafat, akan saya pmggal lehernya”. Kemudian Abu bakar datang menyadarkan Umar dengan mengatakan: “Barang siapa di antara kalian menyembah Nabi Muhammad saw. sesunguhnya beliau telah wafat. Dan barang siapa menyembah Allah Swt. sesungguhnya Allah Swt. Maha hidup, tidak mati”. Kemudian Abu Bakar membacakan Al-qur’an surat Ali Imran ayat 144.
Rasulullah saw dimakamkan di kamar beliau, di rumah Aisyah yaitu tempat dimana beliau menghembuskan nafas terakhir.

C.  Hikmah Peristiwa-Peristiwa Akhir Hayat Rasulullah Saw
Peristiwa akhir hayat Rasulullah saw. memiliki hikmah yang sangat bermanfaat bagi kaum muslimin. Seperti kesabaran di saat menerima musibah, kepedulian dan tanggung jawab sebagai seorang pemimpin, dan kasih sayang kepada keluarga dan kaum muslimin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar