AKHIR HAYAT RASULULLAH SAW
Setelah peristiwa fathul makkah, jumlah kaum muslimin bertambah banyak
dan kuat. Islam semakin meluas ke seluruh Jazirah Arab. Pada saat itu
Rasulullah saw menyampaikan niatnya untuk melaksanakan haji.
Mendengar niat Rasulullah saw tersebut, banyak kaum muslimin yang ingin
bergabung dengan beliau. Pada tanggal 25 Dzulkaidah tahun 10 H, Rasuullah
bersama lebih dari 90.000 kaum muslimin berangkat menuju makkah untuk
menunaikan ibadah haji. Ketika dalam perjalanan kaum muslimin semakin
bertambah. Menurut riwayat jumlah mereka mencapai 124.000 orang. ada yang
berjalan kaki, dan ada yang mengendarai unta.
Ibadah haji Rasulullah saw itu adalah ibadah haji yang terakhir. Sehingga
ibadah haji tersebut dinamakan haji wada’ atau haji perpisahan.
1.
Khutbah haji wada’ dan wahyu terakhir
“ Hai
mausia, dengarkanlah apa yang aku katakan. Mungkin setelah tahun ini aku
tidak akan bertemu lagi dengan kalian di tempat ini untuk selama-lamanya.
Hai
manusia, sesungguhnya darah dan harta kalian adalah suci, sebagiamana
sucinya hari dan bulan sekarang ini di negeri kalian ini.
Hai
manusia, sesungguhnya aku telah menyampaikan risalah ini, aku tinggalkan
dua pusaka untuk kalian yang apabila kalian berpegang teguh kepadanya
kalian tidak akan pernah tersesat, yaitu kitab Allah swt dan sunnah Rasul
Nya.
Wahai
manusia, sembahlah tuhanmu, dirikanlah sholat, bayarlah zakat, berpuasalah
pada bulan ramadhan, pasti kamu akan selamat. Tunaikan ibadah haji dan
taatilah pemimpin kalian, niscaya kalian akan masuk surga,”
|
Dalam khutbah tersebut, Rasulullah saw seperti sudah memberikan isyarat
bahwa hidupnya tidak akan lama lagi.
Pada bagian khutbah yang lain Rasulullah saw juga berpesan kepada kaum
muslimin agar :
a.
Tidak berlaku kasar terhadap wanita;
b.
Tidak menuntut balas terhadap kekejaman zaman jahiliyah;
c.
Tidak mengambil keuntungan dari uang yang dipinjamkan;
d.
Tidak murtad;
e.
Tidak mengambil harta orang islam dengan tidak benar.
Pada saat itu, Allah swt menurunkan surat Al-Maidah ayat 3 sebagai wahyu
terakhir :
آاليَومَ أَكمَلْتُ لَكُم دِينُكُم وَ أَتمَمتُ عَلَيكُم نِعمَتِي
وَرَضِيتُ لَكُمُ آلاءسلَمَ دِينًا ج
Artinya:
“pada hari ini Aku telah sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku
cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai islam sebagai agamamu.” (Q.S.
Al-Maidah : 3)
Ketika mendengar ayat tersebut banyak orang
bergembira. Tetapi ada di antara mereka yang justru menangis seduh, termasuk
Abu Bakar As-Shiddiq. Ketika para sahabat bertanya, mengapa beliau menangis,
beliau menjawab bahwa itu adalah wahyu terakhir. Sebagai pertanda bahwa tugas
Rasulullah saw telah usai dan beliau akan kembali kepada Allah swt.
A. Peristiwa Rasulullah SAW Sakit
Sepulang Rasulullah saw. dari haji wada'
kesehatan beliau berangsur-angsur menurun. Pada akhir bulan Shafar tahun 11 H
beliau menghadiri pemakaman seorang muslim di Baqi (nama sebuah makam orang
muslim di Madinah). Dalam perjalanan pulang beliau merasa sakit kepala dan
demam. Sakit beliau berlangsung selama 13 hari. Meskipun demikian beliau tetap
melakukan tugas dan kewajiban sehari-hari seperti biasa. Beliau juga tetap
berjamaah di masjid.
Ketika sakit beliau sudah semakin parah,
beliau pindah dari rumah Maimunah ke rumah Aisyah dengan dituntun oleh paman
Abbas bin Abdul Muthalib. Ali bin Abi Thalib, para istri beliau dan para tamu
yang datang ikut mengantar beliau. Meskipun sakit beliau masih memikirkan umatnya. Beliau sering menanyakan
keadaan kaum muslimin.
Di hari ke 11 Rasulullah sakit, beliau tidak
kuat lagi untuk berjamaah di Masjid, beliau memerintahkan Abu Bakar untuk
menggantikannya menjadi imam shalat. Abu Bakar menerima perintah Rasul. Dengan
perintah ini Rasulullah mengisyaratkan bahwa beliau menghendaki setelah
Rasulullah wafat Abu Bakarlah sebagai penggantinya kemudian untuk memimpin kaum
muslimin.
B. Peristiwa Wafatnya Rasulullah Saw
Pada hari Senin tanggal 12 Rabiul Awal tahun
11 H di saat Abu Bakar dan para sahabat hendak menunaikan shalat subuh,
Rasulullah meminta supaya penyekat kamar beliau dengan masjid dibuka. Beliau
tersenyum memperhatikan kaum muslimin mengerjakan sholat. Kaum muslimin sangat
bergembira menyaksikan kejadian itu. Mereka mengira kondisi kesehatan
Rasulullah sudah membaik. Bahkan Abu Bakar Shidiq hendak mundur dari shaf
karena mengira Rasulullah akan keluar untuk sholat. Namun beliau memberi
isyarat agar mereka melanjutkan shalat.
Setelah itu Rasulullah meminta agar penyekat
kamar beliau ditutup kembali. Ternyata sakit beliau semakin parah. Tanda-tanda
beliau akan berpulang ke rahmatullah semakin tampak. Aisyah menyandarkan tubuh
beliau di pangkuannya. Sementara itu tubuh Rasulullah semakin lemah. Saat itu
beliau memasukkan tangannya ke dalam bejana berisi air yang ada di hadapannya.
Kemudian mengusapkan tangan beliau ke wajahnya sambil berkata: "lâ ilâha illallah. Tidak ada Tuhan
selain Allah, sesungguhnya kematian itu ada sekaratnya.”
Sebelum wafat Rasulullah saw. mengangkat kedua
tangan beliau seraya berdoa, “ Ya Allah Swt. ampunilah aku, rahmatilah aku, dan
pertemukan aku dengan kekasih Yang Maha Tinggi.” Beliau mengulang doanya sampai
tiga kali. Akhirnya Rasulullah menghembuskan nafasnya yang terakhir pada hari
Senin 12 Rabiul Awal tahun 11 H bertepatan dengan tanggal 8 Juni 632 M dalam
usia 63 tahun. Sedu sedan, tangis dan rintihan menyertai kepergian Rasulullah
menghadap Sang Khaliq. Kaum muslimin benar-benar kehilangan sosok hamba
Allah terbaik.
Mendengar berita Rasulullah telah wafat,
banyak sahabat yang tidak percaya. Sahabat Umar bin Khatab tidak percaya atas
wafatnya Rasulullah saw, ia menghunuskan pedang seraya berkata “ barangsiapa
yang berkata Muhammad telah wafat, akan saya pmggal lehernya”. Kemudian Abu
bakar datang menyadarkan Umar dengan mengatakan: “Barang siapa di antara kalian
menyembah Nabi Muhammad saw. sesunguhnya beliau telah wafat. Dan barang siapa
menyembah Allah Swt. sesungguhnya Allah Swt. Maha hidup, tidak mati”. Kemudian
Abu Bakar membacakan Al-qur’an surat Ali Imran ayat 144.
Rasulullah saw dimakamkan di kamar beliau, di
rumah Aisyah yaitu tempat dimana beliau menghembuskan nafas terakhir.
C. Hikmah
Peristiwa-Peristiwa Akhir Hayat Rasulullah Saw
Peristiwa akhir hayat Rasulullah saw. memiliki
hikmah yang sangat bermanfaat bagi kaum muslimin. Seperti kesabaran di saat
menerima musibah, kepedulian dan tanggung jawab sebagai seorang pemimpin, dan kasih
sayang kepada keluarga dan kaum muslimin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar